Senin, 21 Januari 2013

Islam adalah agama yang diridahi Allah^-^keep chayyoo ukh


A.   Pendahuluan
Islam merupakan agama yang benar dan agama yang diridhai Allah. Islam bagaikan cahaya ditengah kegelapan,cahaya di atas cahaya yang di karuniakan Allah kepada umat manusia. Islam adalah dimana seorang hamba berserah diri kepada Allah dengan seluruh jiwa raganya.Islam merupakan agama yang bersih dari kemusyrikan dan Islam mengajarkan Allah Maha Esa dan tiada Tuhan melainkan Dia. Sepenuh cinta dan pengabdian hanya ditujukan kepada Allah saja dan tidak ada Tuhan selainNya.
Dewasa ini islam sebagai salah satu agama di muka bumi ini semakin menjadi sorotan di seluruh dunia. Berbagai masalah ditujukan terhadap islam. Dan pemuka-pemuka non muslim semakin menyudutkan umat islam. Mulai dari masalah teroris,perang,aliran-aliran sesat yang semakin merejalela dan banyak masalah-masalah lainnya.Masalah-masalah tersebut merupakan tantangan bagi umat islam sendiri apakah mampu menghadapi dan menyelesaikannya atau cuma bisa menjadi penonton saja tanpa bisa berbuat apa-apa.
Islam adalah agama yang diridhai Allah. Hanya dengan kembali kepada islam hidup kita menjadi lebih baik karena pada hakikatnya kita hidup di dunia hanyalah bersifat sementara saja dan pada akhirnya kita juga akan kembali  kepada Tuhan kita yaitu Allah mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita selama di dunia apakah sesuai dengan syariatnya ataukah tidak.
Agama islam merupakan agama dari Allah yang dibawa melalui Rasulluah merupakan agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi manusia di muka bumi ini. Islam mengajarkan tentang tujuan hidup manusia dan bagaimana manusia bisa menjalani kehidupan di dunia dengan selalu barpegang kepada syariat yang telah ditetapkan Allah.
Islam adalah solusi. Solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi dunia saat ini karena kesempurnaan ajarannya(syumul). Kesempurnaan ajaran islam dapat kita ditelaah didalam pedoman hidup manusia yaitu Al-Qur’an dan Al-hadis mulai dari hal kecil sampai terbesar semua lengkap di dalam kalam Allah tersebut. Membahas sisi ekonomi, sosial, politik, hukum, ketatanegaraan, budaya, seni, akhlak,dan lain-lain.

Sungguh sangat menarik apabila membahas tentang islam. Didalam makalah ini penulis mencoba memaparkan suatu bahasan yang berjudul “Islam Agama Yang di Ridhai Allah” semoga dengan tulisan ini kita sebagai umat islam semakin besar cinta kita kepada agama kita yang merupakan suatu kebanggaan kita sebagai umat muslim karena Allah telah memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi hambaNya dan taat kepadaNya.
1.      Definisi Islam Sebagai Agama Yang di Ridhai Allah SWT
Agama berasal dari bahasa Sanskrit. Ia masuk ke dalam perbendaharaan bahasa Indonesia dan bahasa melayu, dibawa oleh agama Hidhu dan Budha untuk menunjukkan sistem kepercayaan dan tata cara serta upacara kedua agama tersebut.[1]
Kata agama secara estimologi menurut uraian yang diberikan Harun Nasution Menurutnya  dalam masyarakat indonesia selain dari kata agama dikenal pula   din  (ىين  )  dari bahasa arab dan kata religi dari bahasa eropa. Menurutnya,agama berasal dari kata sanskrit, Menurut satu pendapat demikian Harun Nasution mengatakan kata itu tersusun dari dua kata ,a= tidak dan gam = pergi, jadi agama artinya tidak pergi,tetap di tempat,diwarisi secara turun-temurun. Hal itu menunjukkan pada salah satu sifat agama ,yaitu diwarisi secara turun-temurun.[2]
Pendapat yang lebih ilmiah yang menyatakan bahwa agama berasal dari kata dasar gam yang mendapatkan awalan dan akhiran a, sehingga menjadi agama. Kata dasar gam tersebut mempunyai pengertian yang sama dengan kata ga atau gaan dalam bahasa Belanda, atau kata go yang dalam bahasa inggris, yang berarti pergi. Setelah mendapatkan awalan dan akhiran a menjadi agama, maka artinya jalan. Maksudnya adalah jalan hidup, atau jalan yang menghubungkan antara sumber dan tujuan hidup manusia atau juga berarti jalan yang menunjukkan dari mana, bagaimana, dan hendak kemana hidup manusia di dunia ini.[3]
Agama dalam bahasa Barat berarti religion yang berakar pada kata latin ”relegere”yang berarti membaca ulang dan ”religere”yang berarti mengikat erat-erat. Agama merupakan pengikat kehidupan manusia yang diwariskan secara berulang-ulang dari generasi ke generasi.[4]
Adapun pengertian agama menurut Islam , Agama yang dianut 95 % bangsa Indonesia adalah sebagai terjemahan dari perkataan ”ad-din” dan ”al-millah”di dalam Al-Qur’an, demikian juga perkataan ”asy-syariah”yang dipergunakan oleh ulama fiqh. Menurut bahasa, perkataan ad-din berarti patuh, pembalasan,perlakuan. Menurut  istilah yang dimaksud dengan ad-din ialah segala sesuatu yang diturunkan oleh Allah kepada manusia melalui Rasul untuk kemaslahatan mereka di dunia dan akherat.[5]
Agama secara terminologi adalah ajaran yang berasal dari Tuhan atau hasil renungan manusia yang terkandung dalam kitab suci yang turun-menurun diwariskan oleh suatu generasi ke generasi dengan tujuan untuk memberi tuntunan dan pedoman hidup bagi manusia agar mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, yang di dalamnya mencakup unsur kepercayaan kepada kekuatan gaib yang selanjutnya menimbulkan respon emosional dan keyakinan bahwa kebahagiaan hidup tersebut bergantung pada adanya hubungan yang baik dengan kekuatan gaib tersebut.[6]
  Haji Agus Salim dalam buku kecilnya,Tauhid mengatakan Agama ialah ajaran tentang kewajiban dan kepatuhan terhadap aturan, petunjuk, perintah, yang diberikan Allah kepada manusia lewat utusan-utusanNya. Dan oleh rasulNya yang diajarkan kepada orang-orang dengan pendidikan dan tauladan.[7]
Sedangkan menurut Prof.KHM.Taib Thahir Abdul Mu’in,agama adalah suatu peraturan yang mendorong jiwa seseorang yang mempunyai akal, memegang peraturan Tuhan dengan kehendaknya sendiri, untuk mencapai kebaikan hidup di dunia dan kebahagiaan kelak di akhirat.[8]
Max Muler berpendapat bahwa definisi agama secara lengkap belum tercapai karena penelitian terhadap agama terus dilakukan dan para ahli agama masih menyelidiki asal usul agama. Jadi, definisi agama yang pasti dan lengkap tentang agama(dalam istilah mantiqnya jami’ wa mani;)belum terealisir. Kendati Max Muler mengatakan bahwa definisi agama belum lengkap. Namun, dari definisi di atas beberapa unsur pokok dalam agama telah terungkap, yaitu masalah yang gaib, adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib tersebut, respon emosional dari manusia, baik respon dalam bentuk rasa takut, atau perasaan cinta, dan adanya yang suci, seperti kitab suci atau tempat suci.[9]
    Islam adalah agama orang-orang yang berserah diri kepada Allah dan tidak menyembah Tuhan selain Allah SWT. Hanya agama islam yang bersih dari kemusyrikan. Islam hanya menyembah satu Tuhan yaitu Allah dan hanya mengabdi pada Allah saja tidak kepada yang lain .
            Agama islam merupakan agama yang datang dari Allah yang dibawa oleh Rasulluah. Islam adalah agama yang membawa kebenaran dan merupakan agama yang diridhai Allah. Sebelum kita mengkaji tentang islam sebagai agama yang diridhai Allah penulis ingin memaparkan sedikit tentang definisi agama dan islam itu sendiri baik menurut estimologi maupun secara terminologi.
Segala kebaikan kepada makhluk lain tak lepas karena cinta kepada Allah. Dan Tujuan hidupnya hanya semata karena Allah. Agama atau ketaatan kepada-Nya ditandai oleh penyerahan diri secara mutlak kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Islam dalam arti penyerahan diri adalah hakikat yang ditetapkan Allah dan diajarkan oleh para nabi sejak Nabi Adam ‘Alaihissalam hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Islam juga merupakan penerimaan atas eksistensi Allah dan Hari Akhir. Apabila penerimaan itu dipadu dengan ihsan dan amal saleh, pelakunya disebut muslim.[10] Syariat Nabi-nabi bisa berubah karena perubahan zaman dan tempat, namun hakikat agama yang mereka bawa hanya satu yaitu Islam.
 sebab maksud agama adalah dua perkara, yaitu:
1. Membersihkan jiwa dan akal dari kepercayaan akan kekuatan ghaib, yang mengatur alam ini, yaitu percaya hanya kepada Allah dan berbakti, memuja dan beribadah kepada-Nya.
2. Membersihkan hati dan membersihkan tujuan dalam segala gerak-gerik dan usaha, niat ikhlas kepada Allah. Itulah yang dimaksud dengan kata-kata Islam.
Agama umpamanya memang membawa peraturan-peraturan yang merupakan hukum, yang harus dipatuhi orang. Agama selanjutnya memang menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk dan patuh kepada Tuhan dengan menjalankan ajaran-ajaran agama. Agama juga membawa kewajiban-kewajiban yang kalu tidak dijalankan oleh seseorang akan menjadi utang dan mesti dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan. Paham kewajiban dan keppatuhan membawa pula pada keyakinan akan adanya balasan di hari pembalasan nanti. Orang yang berbuat baik akan memperoleh balasan kebaikan dan kenikmatan, sedang yang berbuat buruk dan tidak patuh maka akan mendapatkan balasan buruk dan kesengsaraan.[11]
Kehidupan beragama pada dasarnya merupakan kepercayaan terhadap keyakinan adanya kekuatan gaib, luar biasa atau supernatural yang berpengaruh terhadap kehidupan individu dan masyarakat, bahkan terhadap segala gejala alam.[12]
Islam adalah agama yang di ridhai Allah .Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah manusia dan Islam berbeda dengan agama-agama lainnya. Islam merupakan agama yang langsung Allah turunkan melalui rasul-rasul-Nya terdahulu hingga Nabi Muhammad SAW. Islam adalah agama yang membawa keselamatan baik itu di dunia maupun di akhirat Oleh karena itu kita harus menjalani kehidupan kita ketika di dunia sesuai dengan syariat yang telah Allah tetapkan di dalam Al-Qur’an dan Hadis yang merupakan pedoman hidup kita umat muslim.
Agama diturunkan Allah kepada manusia untuk membimbing mereka ke jalan yang benar dan lurus, supaya mereka mencapai kedamaian dan kesejahteraaan di dunia ini dan di akhirat nanti. Kesejahteraan dan kedamaian dimaksud juga tercakup dalam arti Islam itu sendiri. Dengan tanpa bimbimngan Allah, manusia akan menjadi sesat, tak akan sampai kepada tujuan hidup yang sebenarnya. Akal manusia yang merupakan bekal manusia yang paling berharga dalam meniti kehidupan ini, mempunyai kemampuan terbatas.
Manusia dengan akalnya tidak cukup mampu memahami masalah ketuhanan secara benar, masalah kehidupan selepas mati, juga tidak akan mampu memikirkan perkara gaib seperti malaikat, surga,neraka dan sebagainya.
Inti dari dari agama adalah ketertarikan seseorang pada kekuatan yang lebih tinggi dari manusia, suatu kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan pancaindra tapi bisa dirasakan dan diyakini akan adanya.
Sebagai al-dien, Islam memberikan aturan-aturan hukum yang bersifat universal, menyeluruh dan konsisten. Pada garis besarnya al-dien tersebut mempunyai dua ajaran dasar. Pada garis besarnya al-dien tersebut mempunyai dua ajaran dasar. Yang pertama berupa ajaran akidah(keimanan) yang bersifat tetap tak berubah sepanjang masa, hal ini bertumpu pada ajaran inti yakni pengesaan Tuhan(tauhid). Dan yang kedua berupa aturan-aturan umum dan hukum yang disebut syariah. Dari segi materi bersifat universal dan tetap, akan tetapi dalam segi teknis pelaksanaan bersifat elastic, fleksibel dan luwes, sehingga dapat diperlakukan sepanjang masa, dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda.[13]
Seperti semua agama, Islam menjadi semakin kpmpleks karena ia berkembang menjadi sistem peradaban yang berdimensi social, politik, ekonomi, militer, dan keagamaan. Berbagai mazhab fiqih dan kelompok sektarian muncul di berbagai wilayah dunia islam, yang dalam kurun waktu seratus tahun setelah wafatnya Muhammad, telah membentang dari spanyol hingga India. Para sufi menempatkan diri sebagai arus utama dan multidimensi di dalam sistem yang lebih besar. Kaum sufi menaruh perhatian pada makna batin agama., khususnya Islam.[14]
Kemudian juga dijelaskan bahwa inti ajaran Islam pada dasarnya lebih berdimensi intelektual spiritual dengan tujuan untuk mengajak kepada kebenaran dan kebaikan. Kebebasan pemikiran dalam Islam adalah hal yang penting. Bukti sejarah telah menunjukkan adanya semangat pencarian ilmu pengetahuan yang  mendalam dari pesan simbolik Al-Qur’an, Hendaklah berjalan di muka bumi, dan mengambil pelajaran dari realitas kehidupan.Islam dengan jelas memanggil manusia menuju kebahagiaan hidup bukan keselamatan hidup, sehingga ajaran Islam merupakan ajaran praktis.[15]

2.      Kebenaran Islam Sebagai Agama Yang di Ridhai Allah
Al-Islam adalah agama Allah. Kemudian untuk menyampaikan dan mengajarkan agamaNya itu, Allah mengutus RasulNya hanya mengajak dan memanggil manusia kepada Islam.Manusia supaya masuk kedalam Islam secara kaffah yaitu baik hatinya, akal dan perasaan tenaga serta perbuatan dan tingkah lakunya, dalam keadaan apapun. Dengan demikian manusia akan bisa memiliki kepribadian sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah. Sehingga manusia bisa memperoleh hayatan tayyibah kehidupan yang baik, dan dapat mencapai tujuan hidup sebagai muslimin yaitu terwujudya khaira ummatin ukhrijat lin nas ialah masyarakat yang baik dan terampildi tenggah-tenggah kehidupan bangsa-bangsa.Itulah masyrakat yang memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.[16]
      Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan dibenarkan serta diakui oleh Allah SWT.[17] Ayat-ayat di bawah ini akan menunjukkan Islam merupakan satu-satunya agama yang diridhai Allah dan benar adanya:
Allah menjelaskan hal tersebut didalam firmanNya di dalam surat Ali Imran ayat 19 yang berbunyi:
¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$# ÞO»n=óM}$# 3 $tBur y#n=tF÷z$# šúïÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# žwÎ) .`ÏB Ï÷èt/ $tB ãNèduä!%y` ÞOù=Ïèø9$# $Jøót/ óOßgoY÷t/ 3 `tBur öàÿõ3tƒ ÏM»tƒ$t«Î/ «!$#  cÎ*sù ©!$# ßìƒÎŽ|  É>$|¡Ïtø:$# ÇÊÒÈ  
Artinya:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”
Allah SWT memberitakan  ¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$# “sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah “maksudnya,agama yang mana Allah tidak memiliki agama selainnya dan tidak pula diterima selainnya adalah ÞO»n=óM}$# “islam” yang artinya ketundukan kepada Allah semata ,secara lahir maupun batin dengan apa yang di syariatkan Nya melalui lisan rasul-rasulNya.[18]
Allah SWT juga berfirman di dalam surat Ali Imran ayat 85 yang berbunyi :
`tBur         Æ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=óM}$# $YYƒÏŠ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»yø9$# ÇÑÎÈ  
“Barangsiapa mencari agama selain agama islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya,dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(Ali Imran : 85)
Kemudian Allah juga berfirman di dalam surat Al-Maidah ayat 3:
4 tPöquø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊuur ãNä3s9 zN»n=óM}$# $YYƒÏŠ 4
Artinya:
“pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.”
Maka barangsiapa yang beragama selain agama islam, maka hakekatnya ia tidak beragama untuk Allah. Karena ia tidak menempuh jalan yang disyariatkan Nya melalui lisan-lisan rasulNya. Dengan demikian, Islam adalah agama para Nabi. Istilah muslimin digunakan juga untuk umat-umat para Nabi terdahulu, karena itu Islam tidak terbatas hanya pada risalah Nabi Muhammad saja.
Tetapi, Islam adalah ketundukan makhluk kepada Rabb Yang Maha Esa dalam ajaran   yang dibawa oleh para rasul, yang didukung oleh mukjizat dan bukti-bukti yang meyakinkan kesinambungan sifat itu bagi umat Muhammad, sekaligus menjadi tanda dan nama. Islam adalah agama yang sempurna karena agama ini dinobatkan oleh Allah dan bukan diciptakan oleh manusia.
Allah SWT berfirman didalam surat as-saff ayat 9 yang berbunyi:
uqèd üÏ%©!$# Ÿ@yör& ¼ã&s!qßu 3yçlù;$$Î/ ÈûïÏŠur Èd,ptø:$# ¼çntÎgôàãÏ9 n?tã ÈûïÏd9$# ¾Ï&Íj#ä. öqs9ur on̍x. tbqä.ÎŽô³ßJø9$# ÇÒÈ 
 ”Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik membencinya.” [19]
Dari firman tersebut kita dapat menyimpulkan agama terbagi dalam dua bagian, yaitu agama yang berasal dari Allah, agama yang diridhai yaitu Islam dan agama yang tidak di ridhai yaitu agama selain Islam atau dalam ayat itu disebut sebagai ad-diinu kullih. Ayat itu juga menegaskan Islam merupakan agama yang benar.[20]
Islam adalah agama wahyu yang terakhir, dan karena itu merupakan yang paling lengkap. Dengan datangnya agama ini, agama-agama sebelumnya dihapuskan, sebab dengan datangnya suatu autran yang lengkap, maka tidak diperlukan lagi aturan yang tidak lengkap.
Islam maknanya adalah berserah diri kepada Allah dalam perintahNya, laranganNya dan beritaNya melalui jalan wahyu. Maka siapa yang menyerahkan dirinya, hatinya dan anggota tubuhnya kepada Allah SWT.dalam segala urusan berarti dia adalah seorang muslim. Dan karena para nabi dan rasul adalah orang yang paling berserah diri kepada Allah SWT.[21]
Islam diturunkan demi kepentingan umat manusia melalui Rasulluah. Islam adalah agama yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan menusia yang nyata dan esensial. Islam mencukupi bagi setiap orang dan tetap akan abadi.
Karena alasan tersebut, Allah SWT menyebut Islam sebagai agama fitrah, dan menyeru kepada umat manusia untuk menjaga fitrah mereka agar tetap hidup. Dan agama adalah agama yang mudah.[22]
Bukti bahwa Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhai Allah, dapat pula diperhatikan pada wahyu terakhir yang diterima oleh Rasulullah SAW tatkala beliau sedang melaksanakan haji wada’ .[23]
Allah SWT berfirman di dalam surat ali-imran yang berbunyi:
4 tPöquø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊuur ãNä3s9 zN»n=óM}$# $YYƒÏŠ 7
”Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu” (Al-Maidah 5: 3).
Dari beberapa ayat di atas sudah sangat jelas bahwa islam adalah agama satu-satunya yang di ridhai Allah.Oleh karena itu sudah sepatutnya kita sebagai kaum muslim bersyukur atas segala karunia Allah karena kita telah dilahirkan dari keluarga muslim karena agama seorang anak ditentukan oleh kedua orang tuanya.
Allah telah mengutus para Rasul membawa ajaran Islam, tetapi ternyata banyak yang tidak menganutnya. Banyak yang berselisih tentang agama dan ajaran yang benar, bahkan yang berselisih adalah pengikut para Nabi yang diutus Allah membawa ajaran itu.
 Sebenarnya para Nabi dan Rasul yang diutus itu tidak keliru atau  salah, tidak juga lalai menjelaskan agama itu kepada para pengikut mereka karena tidak berselisih orang-orang yang telah diberi Al-kitab pada suatu kondisi ataupun waktu kecuali sesudah  datang pengetahuan  kepada mereka.[24]
Dewasa ini berbagai masalah menimpa islam,islam di anggap sebagai bumerang oleh non muslim, Islam semakin di sudutkan dengan berbagai macam tuduhan mulai dari teroris,pembuatan nuklir dan lain sebagainya.
Perang antar sesama muslim yang menyebabkan terjadinya perpecahan antar sesama yang dampaknya kepada tidak kuatnya ikatan islam itu sendiri sehingga sangat memudahkan non muslim untuk terus mempermainkan islam seperti yang terjadi saat ini.
Di belahan dunia arab konflik yang terjadi adalah terjadinya banyak bentrokan di dalam negara itu sendiri karena kepala pemerintahannya yang di anggap tidak layak lagi untuk menjadi pemimpin,sehingga masyarakat sangat marah dan melakukan hal apapun untuk menurunkan jabatan kepala pemerintahan tersebut.
Kemudian pengusiran masyarakat palestina oleh Negara Israel,dan permasalahan nuklir yang sedang di hadapi oleh iran,yang isunya akan berperang dengan Israel dan masih banyak lagi masalah yang sedang di hadapi oleh Negara arab saat ini.
Ketika melihat di eropa saat ini terjadi suatu hal yang luar biasa yaitu dimana banyak masyarakat non muslim memeluk agama islam, mereka orang-orang yang mendapatkan hidayah dari Allah.Ketika mereka memeluk islam mereka benar-benar berubah menjadi muslim sejati. kembali ke Negara kita yaitu Indonesia,hari ini di Indonesia kita melihat sangat banyak pergeseran nilai-nilai syariat islam didalam masyarakat.
Salah satu contohnya ketika kita melihat ada sebahgian wanita muslimah masih ada yang tidak memakai jilbab dan itu di anggap wajar-wajar saja,masih banyak umat dari masyarakat muslim khususnya di Indonesia yang tidak solat yang di istilahkan sebagai islam ktp,di ktpnya tercantum bahwa dia beragama islam tapi ketika melihat ssisi kehidupannya sangat jauh dari nilai-islam.
Selain itu masalah yang terjadi di Indonesia saat ini adalah upaya pendangkalan dan penggembosan terhadap akidah umat Islam, seperti dengan beredarnya paham semua agama sama, pernikahan beda agama, dan seterusnya.
Itu semua terjadi di negara kita hari ini. Karenanya, peningkatan akidah, keimanan, dan keyakinan umat Islam terhadap agamanya menjadi keharusan dalam menghadapi upaya-upaya pendangkalan akidah tersebut. Ini menjadi tugas dan kewajiban kita semua.
Sebenarnya Islam adalah agama yang berkarakter Rabbani, general, dan universal, dapat diperbaharui, fleksibel, actual sepanjang masa, seimbang antara materi dan ruh, mencakup kemaslahatan individu dan kemaslahatan masrakat, sebagai pelindung dan penutup, mudah, sederhana, rasional, serte berlaku adil mutlak bagi setiap orang.[25]
Belum terlambat untuk memperbaiki semuanya. Mulai dari diri kita sendiri. Seperti yang telah kita ketahui bersama islam adalah satu-satunya agama yang di ridhai Allah .Oleh karena itu seberat apapun masalah yang sedang kita hadapi baik itu masalah pribadi maupun masalah yang di hadapi dunia akan terselesaikan bila kita semua benar-benar kembali ke jalan islam.Karena kita hidup di dunia ini hanyalah bersifata sementara saja dan semuanya suatu saat akan kembali kepada Allah.
3.       Kesimpulan
Islam sebagai agama satu-satunya yang di ridhai Allah di muka bumi ini. Islam adalah agama orang-orang yang berserah diri kepada Allah dan tidak menyembah Tuhan selain Allah SWT. Hanya agama islam yang bersih dari kemusyrikan. Islam hanya menyembah satu Tuhan yaitu Allah dan hanya mengabdi pada Allah saja tidak kepada yang lain .
Islam adalah ketundukan makhluk kepada Rabb Yang Maha Esa dalam ajaran yang dibawa oleh para rasul, yang didukung oleh mukjizat dan bukti-bukti yang meyakinkan kesinambungan sifat itu bagi umat Muhammad, sekaligus menjadi tanda dan nama.
Segala kebaikan kepada makhluk lain tak lepas karena cinta kepada Allah. Dan Tujuan hidupnya hanya semata karenaAllah. Agama atau ketaatan kepada-Nya ditandai oleh penyerahan diri secara mutlak kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Agama islam merupakan agama yang datang dari Allah yang dibawa oleh Rasulluah. Islam adalah agama yang membawa kebenaran dan merupakan agama yang diridhai Allah. Kita sebagai umat islam harus lah terus bersyukur atas karunia Allah karena telah memberikan kita kesempatan untuk mejadi salah satu hambaNya.Oleh karena itu kita harus selalu hidup dengan syariatnya dan terus berada di jalanNya karena hanya denganNya hidup kita akan bahagia baik di dunia maupun di akhirat kelak.






[1] Usman Syihab,Membangun Peradaban dengan Agama,(Jakarta:Dian Rakyat)hlm 47
[2] Abuddin Nata,Metodologi studi islam,(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada) hlm 9
[3] Muhaimin, Kawasan dan Wawasan Studi Islam,Cet I(Jakarta: Kencana)hlm 33
[4] Mircea Aliade,dkk,Metodologo Studi Agama,Cet I(Yogyakarta:Pustaka Pelajar)hlm 18
[5] Sudjangi,Agama dan Masyarakat(Departemen Agama RI) hlm 26
[6] Abuddin Nata,Metodologi studi……………………..hlm 15
[7] Mudjahid Abdul Manaf,Sejarah Agama-agama,Cet I(Jakarta:PT RajaGrafindo Persada)hlm 4
[8] Mudjahid Abdul Manaf,Sejarah Agama……………………………….hlm 3
[9] Amsal Bahktiar,Filsafat Agama,Cet I(Jakarta:Logos Wacana Ilmu)hlm 14
[10] Muhammad Syahrur,Islam dan Iman(Yogyakarta:Penerbit Jendela) hlm 14
[11] Kaelany HD,Islam Iman dan Amal Saleh,Cet I(Jakarta:PT Rineka Cipta) hlm 11
[12]Bustanuddin Agus,Agama Dalam Kehidupan Manusia(Jakarta:PT Raja Grafindo)hlm 1
[13] Kaelany HD,Islam Iman…………………..hlm 11
[14] Charles Kimball,Kala Agama jadi Bencana(Bandung:PT Mizan Pustaka)hlm 55
[15] Irwandar,Dekonstruksi Pemikiran Islam,Cet I(Yogyakarta:Percetakan Ar-Ruzz Media Press)hlm 98
[16] Mudjahid Abdul Manaf,Sejarah ……………………………..hlm 131
[17] Aziz Salim,Masalah Agama,Cet 6(Jakarta:Gema Insani Press)hlm 10
[18] Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di,Tafsir As-Sa’di,(Jakarta : Pustaka Sahifa) hlm 470
[19] Departemen Agama RI,Al-Qur’an dan Terjemahannya,(Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema) hlm  552
[20] http://jarotsuroso.wordpress.com/2009/02/15 di akses tanggal 20 september 2012
[21] Said Hawwa,Al-Islam,Cet I(Jakarta:Gema Insani Press)hlm 14
[22] Moustafa al Qazwini,Panggilan Islam,Cet I(Jakarta:Pustaka Zahra)hlm 3
[24] http://an-nuur.org/2012/03/ di akses tanggal 20 September 2012
[25] Abdullah Nashih Ulwan, Islam Syariat Abadi,Cet I(Jakarta:Gema Insani Press)hlm 81

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar